Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka era baru dalam dunia medis, mulai dari diagnosa cepat hingga manajemen data pasien yang lebih efisien. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menekankan pentingnya integrasi AI dalam praktik dokter, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien, etika, dan profesionalisme.
Pemanfaatan AI dalam praktik medis harus selalu berlandaskan kode etik medis IDI. Dokter diingatkan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan pertimbangan klinis dan keputusan profesional. AI berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan akurasi diagnosa, memprediksi risiko penyakit, dan mempermudah manajemen pasien, namun tetap memerlukan verifikasi dan pengawasan dokter yang kompeten.
Selain aspek etika, IDI mendorong dokter untuk memanfaatkan panduan penggunaan teknologi kesehatan agar penerapan AI berjalan efektif dan aman. Penggunaan AI dalam analisis citra radiologi, prediksi komplikasi, atau pengelolaan rekam medis elektronik harus mengikuti protokol yang ketat, menjaga privasi pasien, dan mematuhi regulasi kesehatan nasional. Panduan ini membantu dokter memahami batasan teknologi, sekaligus memaksimalkan manfaatnya dalam praktik klinis sehari-hari.
Integrasi AI juga menekankan profesionalisme dan etika medis. Dokter dituntut untuk tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, menjelaskan hasil analisis AI secara transparan, dan memastikan pasien memahami rekomendasi medis yang diberikan. Profesionalisme ini penting agar teknologi tidak menciptakan kesalahpahaman atau menurunkan kualitas pelayanan medis.
Secara keseluruhan, perspektif IDI mengenai kecerdasan buatan menekankan sinergi antara teknologi dan profesionalisme dokter. Dengan mematuhi kode etik, memanfaatkan teknologi secara tepat, dan menekankan etika serta komunikasi, dokter Indonesia dapat menghadirkan layanan medis yang lebih cepat, akurat, dan aman. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kompetensi individual dokter, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional, sambil menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi medis di era digital.